Desainer Busana Muslim: Fenomena Jilboobs Bentuk Kritikan untuk Hijabers | TIPS CANTIK ALAMI INDONESIA Desainer Busana Muslim: Fenomena Jilboobs Bentuk Kritikan untuk Hijabers | TIPS CANTIK ALAMI INDONESIA Desainer Busana Muslim: Fenomena Jilboobs Bentuk Kritikan untuk Hijabers | TIPS CANTIK ALAMI INDONESIA

ads slot

Latest Posts:

Desainer Busana Muslim: Fenomena Jilboobs Bentuk Kritikan untuk Hijabers

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!

Kamis, 07/08/2014 14:07 WIB

Fenomena Jilboobs

Rahmi Anjani - wolipop

img
Foto: M. Abduh/Wolipop
Jakarta - Wanita muslimah yang telah memutuskan berjilbab memang kerap dituntut menutup aurat secara sempurna. Busana yang dikenakan bukan hanya sekadar membungkus badan namun juga bisa melindungi si pemakai sesuai dengan fungsi utamanya. Namun tak bisa dipungkiri pula, tidak sedikit hijabers yang mencoba tampil tertutup tapi belum mengikuti aturan yang seharusnya. Fenomena jilboobs merupakan salah satu contohnya.

Pendiri brand Up2date, Irna Mutiara, melihat fenomena jilboobs ini adalah bentuk kritikan terhadap mereka yang berkerudung namun mengenakan busana tak sesuai kaidah. Perancang yang memfokuskan diri pada busana muslimah sejak 2006 tersebut mengaku sering melihat fenomena ini di keseharian.

"Banyak orang yang pakai kerudung tangannya keliatan, legging yang seharusnya dalaman dijadikan bawahan, pakai baju pendek yang punggungnya keliatan. Jadi mungkin itu adalah kritikan dari masyarakat untuk orang-orang seperti itu," ujar pemilik label busana muslim La Perle Collection tersebut saat berbincang dengan Wolipop melalui telepon Kamis (7/8/2014).

Pendiri dari Hijabers Mom itu berpendapat fenomena jilboobs ini muncul karena kurangnya pemahaman sebagian hijabers soal cara berhijab yang sesuai kaidah agama. Irna melihat sebagian dari wanita berkerudung masih menjadikan jilbab sebagai pembungkus bukan pelindung. Ia pun berharap para hijabers bisa memahami kaidah berkerudung yang benar. Yakni dengan menutup secara sempurna kecuali wajah dan telapak tangan. Busana pun seharusnya tidak ketat dan tidak transparan.

Agar terhindar dari sebutan jilboobs ini, Irna memberikan saran pada para hijabers agar sebelum keluar rumah perhatikan tampilan secara keseluruhan. Terutama bagi pemilik ukuran dada besar, jilbab yang panjang dan ukuran yang cukup lebar bisa diaplikasikan. Hindari pula aksen atau detail ramai di bagian dada yang bisa mencuri perhatian ke arah sana.

"Kalau busana kan memang harusnya longgar. Jadi kerudung lebar, baju longgar. Bisa juga dengan dipakein outer, cape, atau cardigan lagi," saran desainer yang terkenal dengan busana pengantin muslimah itu di akhir percakapan.

(ami/eny)
Artikel Wolipop juga bisa dibaca melalui aplikasi Wolipop Android, iPhone. Install sekarang!

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

07 Aug, 2014


-
Source: http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656125/s/3d443320/l/0Lwolipop0Bdetik0N0Cread0C20A140C0A80C0A70C140A1410C2655860A0C2330Cdesainer0Ebusana0Emuslim0Efenomena0Ejilboobs0Ebentuk0Ekritikan0Euntuk0Ehijabers/story01.htm
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com


----------
Silahkan rekomendasikan artikel ini ke teman cantik Anda...
Share on Google Plus

Dapatkan Tips Kecantikan PRAKTIS tapi AMPUH...

Ikuti Tips Cantik Alami

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar