Obat Jerawat dari Dokter Buat Kulit Tipis dan Ketergantungan, Benarkah? | TIPS CANTIK ALAMI INDONESIA Obat Jerawat dari Dokter Buat Kulit Tipis dan Ketergantungan, Benarkah? | TIPS CANTIK ALAMI INDONESIA Obat Jerawat dari Dokter Buat Kulit Tipis dan Ketergantungan, Benarkah? | TIPS CANTIK ALAMI INDONESIA

ads slot

Latest Posts:

Obat Jerawat dari Dokter Buat Kulit Tipis dan Ketergantungan, Benarkah?

Senin, 30/06/2014 11:33 WIB

Serba-serbi Jerawat

Rahmi Anjani - wolipop

img
Dok. Thinkstock
Jakarta - Berkonsultasi pada dokter adalah salah satu cara teraman penanganan masalah jerawat. Setelah diperiksa, biasanya pasien akan diberikan beberapa krim yang disesuaikan dengan kondisi serta masalah kulit yang dialaminya. Selain berfungsi untuk menghentikan pertumbuhan jerawat, krim-krim tersebut juga bisa membantu memperbaiki struktur kulit wajah.

Meski akan ditangani oleh orang yang ahli di bidangnya, sebagian orang enggan datang ke dokter kulit karena beberapa alasan. Biasanya mereka takut pada efek jangka panjang atau setelah menghentikan pemakaian. Kekhawatiran kulit akan menjadi tipis jika terus digunakan atau kembali berjerawat setelah dihentikan adalah beberapa penyebabnya. Benarkah demikian?

Menurut dokter kulit ternama asal Semarang, dr. Lewie Suryaatmadja, SpKK, hal tersebut tentu saja tidak benar. Ia berpendapat itu bisa jadi hanya lah isu-isu yang dilontarkan oleh pesaing-pesaing klinik kulit atau kecantikan. Jika pemakaian krim sesuai dengan pengawasan dan digunakan secara berkesinambungan, kecil kemungkinan timbul masalah-masalah tersebut.

"Kalau kulit jadi tipis itu karena pemakaian yang membabi buta terus menerus tanpa cek. Seharusnya di cek satu atau dua bulan sekali. Kalau kondisi kulit sudah lebih baik nanti kadarnya diturunkan," ujar dr. Lewie saat ditemui Wolipop di kliniknya Lexa Clinic, Jl. Barito, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan belum lama ini.

Mengenai krim dokter yang kabarnya menimbulkan ketergantungan, dokter yang baru membuka klinik pertamanya di Jakarta itu berusaha meluruskan mengenai mitos tersebut. "Krim-krim itu kan juga memperbaiki struktur kulit. Jadi kalau satu atau dua bulan tidak pakai, memang benar pelan-pelan akan kusam lagi. Tapi bukan berarti ketika berhenti terus jadi seperti monster," jelasnya.

Membenarkan jika penghentian penggunaan krim bisa buat kulit kembali kusam, dr. Lewie menyarankan agar perawatan lanjutan juga diperhatikan. Terutama jika orang tersebut sering menggunakan make-up tebal atau kondisi kulitnya memang berminyak. Usahakan pula untuk selalu menghindari paparan langsung sinar matahari dan memperhatikan pola hidup serta pola makan.

(ami/eny)
Artikel Wolipop juga bisa dibaca melalui aplikasi Wolipop Android, iPhone. Install sekarang!

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

30 Jun, 2014


-
Source: http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656128/s/3c015421/l/0Lwolipop0Bdetik0N0Cread0C20A140C0A60C30A0C1133420C26229690C2340Cobat0Ejerawat0Edari0Edokter0Ebuat0Ekulit0Etipis0Edan0Eketergantungan0Ebenarkah/story01.htm
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com


----------
Silahkan rekomendasikan artikel ini ke teman cantik Anda...
Share on Google Plus

Dapatkan Tips Kecantikan PRAKTIS tapi AMPUH...

Ikuti Tips Cantik Alami

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar